Labels

Tampilkan postingan dengan label LIBRARY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIBRARY. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

Internet Dan Implikasinya Terhadap Profesi Pustakawan

Internet menawarkan alternatif baru dalam pemerolehan informasi dan sekaligus penyebarluasan informasi. Jika sebelumnya, informasi berbasis cetak merupakan primadona perpustakaan tradisional, sekarang tersedia format baru dalam bentuk digital melalui Web. Koleksi bahan digital yang ditranmisikan secara elektronik dan disebut perpustakaan digital. Keberadaannya semakin penting dalam pemenuhan kebutuhan informasi pengguna. Di lingkungan perguruan tinggi (PT) di Indonesia, semakin dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika yang sebelumnya kurang memiliki akses terhadap publikasi mutakhir dalam bidang mereka. Disamping itu, proses transfer informasi di kalangan sivitas akademika dalam tingkat tertentu berubah karena produser dengan pengguna sudah saling terkoneksi melalui internet.
            Perpustakaan digital secara ekonomis lebih menguntungkan dibandingkan dengan perpustakaan tradisional. Diantaranya: institusi dapat berbagi koleksi digital, koleksi digital dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan cetak pada tingkat local, penggunaannya akan meningkatkan akses elektronik, dan nilai jangka panjang koleksi digital akan mengurangi biaya berkaitan dengan pemeliharaan dan penyampaiannya.
            Di sisi lain, internet sebagai media dimana bahan digital tersedia, standar dan teknologinya akan terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Internet akan memungkinkan pengguna mengakses informasi dan pelayanan dari mana saja pada waktu kapan saja menggunakan peralatan pilihan mereka. Dengan terjadinya ledakan informasi yang tersedia melalui internet akan tersedia berbagai pendekatan baru untuk menemukan dan mengindeks informasi.
            Fenomena diatas sesungguhnya telah dan akan terus berpengaruh pada profesi pustakawan terutama di lingkungan PT. Pengguna perpustakaan akan semakin tergantung pada bahan digital dengan beberapa alasan seperti biaya, ketersediaan, dan kecepatan pemerolehan. Bahkan pada tingkat tertentu, kemungkinan ketergantungan pada bahan digital akan lebih tinggi dibandingkan terhadap bahan cetak. Oleh karena itu, paradigma bahwa suatu perpustakaan hanya menyediakan informasi cetak harus diubah

Pustakawan Menghadapi Globalisasi

Pustakawan adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, informasi yang dimilikinya melalui pendidikan.

Pada program kerja Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) periode 1992-1995 jangka panjang butir 10 berisi tentang tekadnya memperjuangkan pengakuan jabatan fungsional pustakawan di sektor swasta. Hal ini berarti tidak adanya pengakuan dari pemerintah pada orang yang bekerja di perpustakaan swasta sebagai pustakawan. Perjuangan yang dilakukan oleh IPI sebenarnya memang sewajarnya untuk diterima dan segera direalisasikan, karena akan sangat lucu jika orang yang bekerja dalam bidang yang sama dengan sebutan jabatan yang berbeda. Namun masalah ini tak lepas dari kebijakan pemerintah dalam mengambil keputusan yang sudah seharusnya diakui sejak pustakawan ada di Indonesia.
Perpustakaan sebagai inti dari setiap program pendidikan, pengajaran, penelitian (The Heart of The Educational Programs) sangat membutuhkan tangan-tangan yang profesional agar perpustakaan dapat difungsikan secara optimal. Perpustakaan mempunyai fungsi utama memberikan dan melaksanakan kegiatan perpustakaan dalam usaha pemberian layanan kepada masyarakat. Layanan kepada masyarakat itu dapat berupa :
  1. pelayanan penunjukan (reference service);